Kategori: Ekonomi

  • Warren Buffett Mundur dari Kursi Chairman Berkshire Hathaway: “Father Time Always Wins”

    Warren Buffett Mundur dari Kursi Chairman Berkshire Hathaway: “Father Time Always Wins”

    Investor legendaris Warren Buffett mundur dari jabatan chairman Berkshire Hathaway dan diangkat sebagai chairman emeritus, berlaku segera. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat (18/9/2026).

    Posisi chairman kini dipegang oleh putranya, Howard Buffett. Sementara itu, jabatan CEO sudah lebih dulu dipegang oleh Greg Abel, orang kepercayaan Buffett, yang menggantikannya sekitar delapan bulan lalu.

    Surat untuk Pemegang Saham

    Dalam surat kepada pemegang saham, Buffett menulis kalimat singkat yang langsung ramai dikutip:

    Father Time always wins.

    Warren Buffett

    Ia juga menjelaskan pembagian peran di pucuk pimpinan Berkshire setelah kepergiannya:

    Greg runs the company; Howard will guard its culture and values – both worth more than anything on our balance sheet.

    Warren Buffett, dalam surat kepada pemegang saham

    Artinya, Greg Abel menjalankan perusahaan, sedangkan Howard bertugas menjaga budaya dan nilai-nilai Berkshire, yang menurut Buffett lebih berharga daripada aset apa pun di neraca perusahaan.

    Akhir Sebuah Era

    Buffett telah memimpin Berkshire Hathaway selama lebih dari 60 tahun dan membangunnya menjadi konglomerat bernilai triliunan dolar. Meski melepas kursi chairman, ia tetap menjadi anggota dewan direksi dan akan terus memberikan pandangan serta pertimbangannya.

    Foto: USA International Trade Administration — Wikimedia Commons (Public domain).

    Sumber

  • Bank of Japan Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun

    Bank of Japan Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun

    Bank of Japan (BOJ) resmi menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,25 poin persentase, dari 1% menjadi 1,25%, pada Jumat (18/9/2026). Dengan keputusan ini, biaya pinjaman di Jepang kini berada di level tertinggi sejak 1995 atau dalam 31 tahun terakhir.

    Kenaikan ini diambil untuk meredam risiko inflasi yang dipicu oleh harga minyak dunia dan nilai tukar yen yang terus melemah. Setelah bertahun-tahun menjalankan kebijakan moneter super longgar, BOJ kini semakin berani mengetatkan kebijakannya.

    Jeda Kenaikan Tercepat Sejak 2024

    Langkah ini datang hanya tiga bulan setelah kenaikan suku bunga sebelumnya pada Juni. Jarak tersebut menjadi yang terpendek sejak BOJ mengakhiri program pelonggaran moneter besar-besarannya pada Maret 2024.

    Keputusan tidak diambil secara bulat. Dewan kebijakan BOJ memutuskan dengan suara 7 banding 2, dengan dua anggota dewan, Toichiro Asada dan Ayano Sato, menyatakan tidak setuju dengan kenaikan tersebut.

    Apa Dampaknya?

    Bagi Jepang, suku bunga yang lebih tinggi berarti cicilan kredit rumah dan pinjaman usaha berpotensi naik, namun di sisi lain dapat membantu menahan laju kenaikan harga barang impor akibat yen yang lemah. Bagi pasar global, arah kebijakan BOJ selalu diawasi ketat karena Jepang merupakan salah satu sumber dana investasi terbesar dunia.

    Foto: yt_siden — Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0).

    Sumber